Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka 24 Jam - Stand by
NEWS INFO : Selamat Berbelanja di ZAFI Online Education Store, Semua Koleksi Edukasi Lengkap Disini... HOT PROMO : Koleksi Buku Zain Fikri Terlengkap Bisa Kamu Dapatkan Disini Dengan Harga Terbaik NEWS INFO : Ikuti Kelas Onlinenya Juga Ya.. Biar Semakin Menambah Wawasan, Pengalaman dan Skill Kamu Untuk Berbisnis, langsung bersama Zain Fikri!
Beranda » Artikel Terbaru » Bagaimana Kalau Penghasilan Kita Kecil?

Bagaimana Kalau Penghasilan Kita Kecil?

Diposting pada 7 September 2017 oleh Team Zafi Web Store

Bagaimana Kalau Penghasilan Kita Kecil?

 

Besar kecilnya pengasilan itu tergatung.

 

.. Iyaa tergantung dari persepsi kita.

 

Ada yang mengatakan penghasilan 10 juta per bulan itu besar.

 

Sebagian ada juga yang mengatakan kalau penghasilannya yang sudah 25 juta per bulan masih sedikit.

 

.. sebagian lagi, ada yang mengatakan kalau penghasilan 3 juta per bulan udah besar.

 

Nah, bagaimana dengan kita?

 

Kalau Saya pribadi sih, Saya menghitung besarnya penghasilan itu dari ‘angka cukup’ Saya berapa.

 

.. terus, jika penghasilan Saya melebihi ‘angka cukup’ tersebut. Saya sudah bisa mengatakan, bahwa penghasilan Saya besar.

 

.. tetapi ..

 

Saya enggak tahu dengan Anda. Apakah seperti Saya atau enggak.

 

.. hanya Anda dan Allah swt yang tahu.

 

Saya mengatakan seperti itu karena memang Saya sudah lebih dari cukup dengan penghasilan Saya saat ini.

 

.. alau para mandor bangunan bilang. Penghasilan Saya belum besar.

 

Tetapi, bagi Saya justru sudah sangat lebih dari cukup.

 

.. coba deh hitung.

 

Apakah penghasilan kita saat ini sudah bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-sehari?

 

.. kebutuhan yah. Bukan keinginan.

 

Misalnya kebutuhan makan, minum, sekolah anak, dll.

 

.. alau sudah, bagi Saya itu sudah ‘angka cukup’.

 

Selebihnya biasanya Saya gunakan untuk bisnis agar terus bertumbuh, operasional, keluarga, orangtua, asset, sedekah anak2 yatim/piatu, anak2 penghafal al qur’an, dhuafa, dll.

 

.. karena kalau kita enggak menentukan ‘angka cukup’ kita.

 

Biasanya, kalau penghasilan semakin membesar.

 

Keinginan kita juga semakin membesar. Bukannya penghasilan besar itu di gunakan untuk kebermanfaat lainnya.

 

.. eh, malah di gunakan untuk memuaskan nafsu keinginan. Astaghfirullah..

 

.. Lihatlah. Masih banyak sekali anak2 yatim/piatu yang perlu makan, masih banyak sekali anak2 penghafal Al Qur’an yang perlu kita back up kebutuhan bulannya.

 

Karena, sebagian besar orangtuanya bukanlah orang yang mampu.

 

.. bahkan. Untuk makan sehari2 saja orangtua masih kempas kempis.

 

Lihatlah..  betapa masih ada saat ini kaum dhuafa, yang sudah tua renta yang tiap malamnya tanpa listrik sama sekali?

 

.. Saya pernah melihatnya. Dan Saya pernah mendatanginya. Dan Sayapun secara ngga sadar, netes air mata ini.

 

Coba deh, sekali-kali jalan-jalan naik motor. Silaturahim bawa oleh2 buat mereka.

 

..terkadang, ada yang tidurnya cuman di bawah jembatan. Yang kalau banjir, mereka ‘ketar ketir’ kalau kalau anaknya terbangun dari tidurnya. Dan takut kalau rumahnya terhanyut oleh banjir.

 

.. Wahai saudaraku. Boleh sih kita terus menerus menggenjot omset dan profit. Tapi, jangan lupa. Tolonglah mereka yang saat ini masih banyak yang membutuhkan uluran tangan kita.

 

.. Saya kalau cuman seorang diri tidaklah berdaya untuk bantu mereka. Tapi, insyaAllah kalau kita bersaama-sama. Bismillah, hayuk kita bantu mereka.

 

.. Kita. Sudah makan cukup, minum cukup, mau nonton film apa saja bisa melalui internet.

 

Mbok yaao.. tolonglah di bantu mereka2 yang saat ini masih untuk memenuhi kebutuhannya sehari-sehari butuh perjuangan ekstra.

 

.. sampai akhirnya, jangan sampailah kita berboros2 dalam mengeluarkan uang dari penghasilan kita dari hasil keringat.

 

Ingat yah, minimal 2,5% harta kita ada hak untuk orang lain yang membutuhkan.

 

.. alhamdulillah, di bisnis Saya www.zafiweb.com. Saya berusaha untuk setiap bisnis yang Saya jalankan. Sebagian Saya kontribusikan untuk orang lain.

 

.. Oleh karenanya, sampai saat ini kenapa Saya terus semangat menjemput rezeki yang sudah Allah swt tebarkan di muka bumi ini.

 

.. karena Saya teringat ketika Saya masih enggak punya apa-apa sama sekali.

 

Masa kecil Saya makan saja nasinya bukan nasi beras. Alias, sehari-sehari makan nasi jagung.

 

.. enggak terasa satu piring dua piring habis lah di perut ini.

 

Karena Saya setelah makan, langsung kerja di sawah, kepanasan, bantu orangtua.

 

Badan masih kurus kering, tapi alhamdulillah sehat wal afiat terus jarang sakit-sakitan.

 

.. mungkin karena berkahnya orang miskin kayak Saya ini. Jadi Allah swt berikan kekayaan dalam bentuk kesehatan.

 

Habis shubuh, sarapan dengan nasi jagung.

 

.. terus berangkat, ‘macul’  (baca: mencangkul) di sawah pake cangkul kecil

 

Jam 10 pagi, perut udah mulai bunyi-bunyi.

 

.. memang begitulah kalau makan nasi jagung. Cepet laparnya, apalagi kalau habis makan langsung kerja keras kepanasan di sawah.

 

.. tentu, langsung ‘kempes’ lagi perutnya.Buehehe ..

 

Beda sekali kalau makannya nasi beras. Agak padat di perut. Tahan sampai siang.

 

.. namun, memang nasib Saya waktu itu belum bisa beli nasi beras. Terus bersyukur saja, insyaAllah berkah. aamiin.

 

.. ya Allah, mudahkan kami dalam menjemput rezeki-Mu. Berikan keberkahan setiap butiran nasi yang kami makan. aamin.

 

Sampai akhirnya, sampai sekarang Saya pun bertekad untuk terus berjuang menjemput rezeki yang telah Allah swt tebarkan di muka bumi ini.

 

.. pagi, siang, sore, dan malam. Ikhtiar terus, dengan harapan.

 

Saya bisa memback-up kebutuhan orangtua, keluarga, dan saudara dekat, serta kebutuhan untuk anak2 yatim/piatu, dhuafa, anak2 penghafal Alqur’an.

 

.. atas izin Allah, meskipun konstribusi Saya ngga seberapa. Paling enggak, ada totalitas yang sudah Saya kerjakan.

 

Berapapun penghasilan kita saat ini. Besar atau sedikit.

 

.. berikan..  berikan..  konstribusikan ..

 

Sedekahkan sebagian penghasilan kita untuk mereka yang saat ini membutuhkan.

 

.. sedekah terbaik, terutama buat orangtua terlebih dahulu.

 

Merambah ke keluarga dekat, saudara, mbah-mbah kita.

 

.. sampai nanti seiring bertambahnya penghasilan kita. Merambah ke anak2 yatim/piatu, dhuafa, anak2 penghafal Alqur’an, mushola/masjid, pondok pesantren, dan luasnya untuk ummat. InsyaAllah..

Sekian dari Saya, Zain Fikri

Bagikan informasi tentang Bagaimana Kalau Penghasilan Kita Kecil? kepada teman atau kerabat Anda.

Bagaimana Kalau Penghasilan Kita Kecil? | Zafi Web

Belum ada komentar untuk Bagaimana Kalau Penghasilan Kita Kecil?

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 43%
Rp 85.000 Rp 150.000
Ready Stock / TS-CS5
*Harga Hubungi CS
Ready Stock / BK-07

copyrights@2017 - ZAFI Group - All Rights Reserved

Dilarang Keras Untuk Mengcopy Isi Dari Sebagian Dan Keseluruhan Website Ini Tanpa Izin Tertulis Dari ZAFI Group. Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang.

KANTOR KAMI

ZAFI WEB Store

Under License ZAFI Group

Kunden Barat RT05 RW01, Kel.Kunden, Kec.Wirosari, Kab.Grobongan 58192

Hp.081326641706

WA.081326641706

Mail. contact@zafiweb.com

SIDEBAR